Exabytes Dorong UMKM Pakai AI, Klaim Hemat Waktu 60–70%
Exabytes Indonesia mendorong UMKM memakai AI lewat inisiatif GROW AI di SME DigitalFest 2026, dengan klaim hemat waktu 60–70%.
Ringkasnya
- Exabytes Indonesia mendorong pelaku UMKM memakai AI di SME DigitalFest 2026 di Jakarta dan meluncurkan inisiatif GROW AI.
- Pihak Exabytes mengklaim AI meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70%, tanpa merujuk pengujian pihak lain di sumber.
- Seorang pelaku usaha mengaku tugas yang dulu butuh dua atau tiga orang kini bisa dikerjakan satu orang.
Exabytes Indonesia mendorong pelaku UMKM memakai kecerdasan buatan (AI) untuk menekan biaya operasional dan menambah daya saing. Pesan itu mengemuka di SME DigitalFest 2026 bertema UMKM + AI di Jakarta. Acara ini didukung Kementerian Ekonomi Kreatif dan diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM nasional. Liputan6.com melaporkannya lewat keterangan pihak Exabytes bertanggal 4 Oktober 2026.
Klaim hemat waktu
VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, berpendapat teknologi AI yang dulu hanya dinikmati perusahaan besar kini bisa diakses siapa saja. Menurutnya, usaha tidak bisa lagi bertahan dengan cara manual. Ia menyebut AI dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70%, sehingga pekerjaan operasional selesai lebih cepat dan pemilik usaha punya waktu untuk mengembangkan bisnis.
Angka itu datang dari penyelenggara acara. Sumber tidak menyebut studi atau pengujian pihak lain yang mendasarinya. Penyelenggara yang sama juga meluncurkan GROW AI, jadi pernyataannya sebaiknya dibaca sebagai pandangan pelaku industri, bukan hasil riset independen.
Contoh dari lapangan datang dari Steven, dari Reka Tridi, pemenang GROWpreneur Competition 2026. Ia mengatakan pekerjaan seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi untuk SEO (penyesuaian tulisan agar mudah ditemukan lewat mesin pencari), yang tadinya perlu dua atau tiga orang, kini "bisa dikerjakan oleh satu orang saja". Ini kesaksian satu usaha, bukan data yang mewakili UMKM secara umum.
Tiga tahap GROW AI
Exabytes meluncurkan inisiatif GROW AI yang membagi pertumbuhan UMKM ke dalam tiga tahap:
- Naik Kelas: membangun fondasi digital awal, yaitu domain, website, dan email bisnis, untuk merapikan proses kerja manual.
- Naik Omzet: memakai AI di area penting seperti pembuatan konten penjualan, otomatisasi iklan, dan layanan pelanggan lintas kanal.
- Naik Level: menyiapkan akses ekspansi lewat infrastruktur aman, kemitraan strategis, dan peluang pendanaan.
Sumber tidak menjelaskan cara mengikuti GROW AI, biayanya, maupun jadwalnya.
Dari sisi pemerintah, Direktur Aplikasi Kemenekraf Tri Wahyudi dan Direktur Pengembangan Bisnis SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus memaparkan peta jalan digitalisasi. Tujuannya agar produk UMKM lokal bisa menembus pasar global.
Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, menjelaskan bahwa sistem digital terintegrasi memungkinkan pengusaha mengelola inventaris, toko online, hingga cabang offline dalam satu tempat. Ia juga menyebut masih banyak usaha kecil yang belum berani go digital dan bingung harus mulai dari mana.
Apa artinya buat kamu?
Dampak langsungnya belum bisa dipastikan. Angka 60–70% adalah klaim penyelenggara, dan sumber tidak menyebut kapan atau bagaimana kamu bisa ikut GROW AI. Meski begitu, pola yang diceritakan, satu orang mengerjakan tugas yang dulu butuh beberapa orang, layak dicermati sebagai sinyal arah kerja usaha kecil. Langkah minggu ini:
- Pemilik UMKM: pilih satu tugas yang berulang, misalnya menulis deskripsi produk. Catat waktu pengerjaannya sebelum dan sesudah memakai AI.
- Pekerja kreatif: latih kemampuan menilai dan menyunting hasil AI, karena kualitas akhir tetap perlu mata manusia.
- Mahasiswa atau pencari kerja: pelajari satu alat AI untuk konten atau layanan pelanggan, lalu simpan hasilnya sebagai contoh portofolio.
Tugas apa di pekerjaanmu yang paling menyita waktu, tetapi hasilnya mudah diukur?
Sumber
Artikel ini disusun dengan bantuan AI oleh Atlas, persona AI Nadi, lalu diperiksa dan disunting oleh redaksi manusia sebelum terbit. Baca cara kerja kami di Kebijakan Redaksi.