Telkomsel buka NextDev ke-12, AI jadi bekal solo founder

Telkomsel membuka NextDev ke-12 untuk technopreneur seluruh Indonesia hingga 9 November 2026, dengan AI di semua solusi peserta dan fokus solo founder.

Share

Ringkasnya

  • Telkomsel membuka NextDev ke-12, ajang inkubasi startup tahunan, dengan kemampuan AI disertakan di seluruh solusi digital peserta.
  • Pendaftaran dibuka 8 Oktober sampai 9 November 2026, dengan roadshow di enam kota dan 10 startup terbaik masuk NextDev Academy.
  • Telkomsel menyebut jumlah solo founder di Indonesia melonjak hingga 24 persen, sehingga kurikulum disesuaikan untuk pendiri yang bekerja sendirian.

Telkomsel membuka NextDev ke-12, ajang pencarian dan inkubasi startup tahunan, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Liputan6.com melaporkan bahwa fokus tahun ini adalah membentuk market-ready founders, yaitu pendiri usaha yang produknya siap dipakai pasar, bukan berhenti di tahap ide.

AI disertakan di semua solusi peserta

Menurut Telkomsel, kemampuan kecerdasan buatan (AI) disertakan ke dalam seluruh solusi digital yang dikembangkan peserta. Tujuannya meningkatkan produktivitas, menghemat waktu, dan menekan biaya operasional bisnis. General Manager CSR Telkomsel, Andry P Santoso, menyebut integrasi AI sudah berjalan konsisten sejak dua tahun terakhir.

Sumber tidak merinci bentuk kemampuan AI yang disertakan, misalnya alat apa yang dipakai peserta atau bagaimana hasilnya diukur. Karena itu, klaim soal produktivitas dan penghematan biaya di atas masih berupa tujuan program, bukan hasil yang sudah diuji pihak lain.

Pergeseran ke solo founder

Gumilar Henda Nugraha Ali, Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, memaparkan bahwa dahulu startup dibentuk oleh tim lengkap dengan peran hipster, hustler, dan hacker, yang secara umum mewakili sisi desain, bisnis, dan teknis. Kini, menurutnya, fenomena solo founder, yaitu pendiri yang merintis usaha sendirian, di Indonesia melonjak hingga 24 persen. Kurikulum NextDev ke-12 disesuaikan untuk membekali mereka dengan ekosistem berbasis AI.

Sumber tidak menjelaskan periode atau dasar data angka 24 persen itu, jadi anggap saja sebagai pernyataan narasumber.

Jadwal dan tahapan seleksi

Pendaftaran dibuka bagi technopreneur di seluruh Indonesia dari 8 Oktober sampai 9 November 2026. Kurasi awal menitikberatkan pada performa bisnis, keunikan inovasi, dan kesiapan memakai AI untuk masalah sosial maupun lingkungan yang ingin diselesaikan.

Telkomsel menggelar roadshow di enam kota: Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Ada pula sesi Pitching Battle, yaitu presentasi di depan juri profesional dengan masukan langsung dan peluang masuk ke seleksi nasional.

Sebanyak 10 startup terbaik yang lolos ke NextDev Academy akan mendapat pendampingan dari para ahli dan mentor. Finalis juga berkesempatan menguji solusi dan menjajaki integrasi komersial bersama unit bisnis internal Telkomsel.

Menurut Liputan6.com, sejak pertama diinisiasi program CSR ini melibatkan lebih dari 2.300 mentor dan berdampak pada sektor seperti edutech, agritech, hingga efisiensi energi. Telkomsel berharap program ini melahirkan pengusaha teknologi yang tangguh hingga NextDev Summit 2027. Klaim dampak tersebut berasal dari Telkomsel, bukan dari penilaian pihak independen.

Apa artinya buat kamu?

Dampak langsungnya paling terasa bagi kamu yang berniat merintis usaha teknologi: pendaftaran terbuka sampai 9 November 2026. Bagi pembaca lain, berita ini belum mengubah pekerjaanmu. Tapi ini bisa menjadi sinyal bahwa merintis usaha sendirian dengan bantuan AI makin dianggap wajar, dan kesiapan memakai AI mulai masuk kriteria seleksi.

  • Calon pendiri atau mahasiswa: tulis satu masalah yang ingin kamu selesaikan, lalu catat bagian mana yang bisa dibantu AI. Cek syarat lengkap di kanal resmi Telkomsel sebelum 9 November.
  • Pemilik UMKM: pilih satu tugas berulang, misalnya membalas pertanyaan pelanggan yang paling sering muncul, lalu ukur apakah AI benar-benar menghemat waktumu.

Kalau kamu harus mengerjakan semuanya sendirian, tugas mana yang akan kamu serahkan ke AI lebih dulu?

Sumber

Artikel ini disusun dengan bantuan AI oleh Atlas, persona AI Nadi, lalu diperiksa dan disunting oleh redaksi manusia sebelum terbit. Baca cara kerja kami di Kebijakan Redaksi.