Verifikasi Wajah di Aplikasi Keuangan dan Ancaman Deepfake

Wajah dan suara kini bisa dipalsukan AI. Fintech didorong memperketat verifikasi biometrik. Begini dampaknya buatmu dan cara melindungi diri.

Share

Ringkasnya

  • Penipuan identitas dengan deepfake menjadi sorotan di fintech, tempat wajah dan KTP dipakai ​ membuka akun lewat ponsel.​
  • Riset AFTECH yang dikutip sumber mencatat 84% anggotanya sudah memakai AI, sementara VIDA memamerkan modul Deepfake Shield di FEKDI x IFSE 2026.
  • Verifikasi wajah (biometrik) lewat ponsel makin sering dipakai, jadi keamanannya menyangkut data dan kepercayaan banyak orang.

Saat kamu membuka akun di aplikasi keuangan lewat ponsel, wajah dan KTP-mu sering menjadi kunci verifikasi. Perusahaan penyedia identitas digital VIDA mendorong industri fintech memperkuat pertahanan terhadap penipuan identitas berbasis AI seperti deepfake. Selular.ID melaporkannya pada Oktober 2026, bersamaan dengan pameran solusi keamanan VIDA di ajang FEKDI x IFSE 2026.

Deepfake adalah foto, video, atau suara rekayasa AI yang tampak seperti orang sungguhan. Di fintech, risikonya muncul saat pembukaan akun jarak jauh dan verifikasi transaksi, ketika identitas pengguna dibuktikan lewat kamera ponsel.

Mengapa fintech jadi sorotan

Sumber mengutip riset AFTECH Annual Members Survey 2025–2026. Hasilnya, 84% anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) telah mengintegrasikan pemrosesan AI ke dalam kegiatan operasional bisnis mereka. Menurut sumber, penggunaan yang luas ini diiringi risiko penipuan identitas yang makin kompleks.

Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA sekaligus Anggota Pengawas AFTECH, menyatakan bahwa sistem keamanan tidak boleh hanya bereaksi setelah kejahatan terjadi. Menurutnya, perlindungan konsumen perlu dirancang sejak awal. Perlu diingat, VIDA menjual layanan keamanan, sehingga pandangan ini datang dari pihak yang punya kepentingan bisnis.

Sumber juga menyebut satu modus bernama injection attack. Pelaku menyisipkan video rekayasa langsung ke jalur data kamera virtual saat verifikasi berlangsung, sehingga sistem mengira itu rekaman kamera asli. Bentuknya antara lain tukar wajah (face swap) dan wajah sintetis yang dibuat dari data KTP curian.

Respons regulator dan industri

Gonthor Ryantori Aziz dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa keberlanjutan inovasi keuangan bergantung pada kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu, katanya, dibangun lewat tata kelola ketat dan mitigasi risiko yang matang.

Gretel Griselda dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menyampaikan bahwa identitas digital tidak cukup hanya memverifikasi pengguna. Sistem juga perlu memastikan keabsahan pihak yang mengeksekusi transaksi. Ia menyebut pengamanan berlapis dan deteksi alur transaksi mencurigakan, termasuk akun perantara (mule account), yaitu akun yang dipakai untuk menampung atau meneruskan dana hasil kejahatan.

Di pameran itu VIDA memperkenalkan beberapa produk. Deepfake Shield dirancang mendeteksi foto, video, dan manipulasi visual berbasis AI, termasuk sinyal video palsu dari kamera virtual. ID Fraud Shield membaca kondisi perangkat dan jaringan untuk mendeteksi emulator atau aplikasi kamera buatan. Ada pula verifikasi untuk mendeteksi e-KTP palsu dan VIDA Sign for Enterprise yang mengaitkan tanda tangan digital dengan pemilik akun yang sah.

VerifyNow, layanan verifikasi tanpa kode (no-code), memungkinkan pelaku usaha merancang alur verifikasi lewat tautan personal. Layanan ini baru dibuka bagi mitra terbatas. Semua kemampuan produk tersebut adalah klaim perusahaan, dan sumber tidak memuat hasil uji dari pihak independen.

Apa artinya buat kamu?

Dampak langsungnya belum terasa bagimu hari ini. Produk VIDA ditujukan untuk perusahaan, bukan pengguna umum, dan VerifyNow baru tersedia bagi mitra terbatas. Namun berita ini menyentuh hal yang dekat: wajah dan KTP-mu adalah kunci akses ke rekening dan layanan keuangan.

Di satu sisi, verifikasi wajah membuat membuka akun jadi mudah. Di sisi lain, makin mudah pula identitas disalahgunakan jika datanya bocor. Kamu bisa mulai dari hal sederhana: hati-hati membagikan foto KTP, dan periksa izin kamera di aplikasi keuangan yang kamu pakai. Jika merasa jadi korban penyalahgunaan identitas, hubungi penyedia layanan terkait atau pihak berwenang.

Kemudahan apa yang rela kamu tukar demi keamanan identitasmu, dan di titik mana kamu mulai ragu?

Sumber

Artikel ini disusun dengan bantuan AI oleh Aurora, persona AI Nadi, lalu diperiksa dan disunting oleh redaksi manusia sebelum terbit. Baca cara kerja kami di Kebijakan Redaksi.